Malware Hirudo Ancam Pengguna Android, Kenali Ciri HP Terinfeksi dan Cara Melindungi Rekening

12 Min Read

Cetronews.com – Pengguna ponsel Android perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman malware Hirudo yang dilaporkan menargetkan aplikasi perbankan. Perangkat lunak berbahaya ini memiliki kemampuan mencuri informasi sensitif dan mengakses perangkat dari jarak jauh, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk melakukan penipuan keuangan.

Laporan ThreatFabric yang dikutip pada Minggu (18/10/2026) menyebutkan bahwa Hirudo menargetkan aplikasi perbankan, termasuk dengan memanfaatkan aplikasi yang telah dimodifikasi. Ancaman ini menjadi pengingat bahwa keamanan rekening tidak hanya bergantung pada kekuatan kata sandi, tetapi juga pada keamanan ponsel yang digunakan untuk mengakses layanan keuangan.

Malware Hirudo termasuk kategori banking trojan, yakni perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mencuri informasi perbankan atau membantu pelaku melakukan tindakan tanpa persetujuan pemilik akun. Malware ini juga memiliki karakteristik remote access trojan (RAT), yang memungkinkan pelaku memperoleh akses dan kendali terhadap perangkat korban.

Salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah kemampuan malware memanfaatkan aplikasi umpan, pemberitahuan pembaruan palsu, serta izin akses tertentu di Android. Jika pengguna tidak menyadari adanya penyusupan, informasi penting yang tersimpan atau ditampilkan di ponsel dapat berisiko disalahgunakan.

Bagaimana Malware Hirudo Menyerang Ponsel Android?

Malware tidak selalu menyamar sebagai aplikasi yang terlihat mencurigakan. Dalam sejumlah modus serangan, pelaku justru menggunakan aplikasi yang tampak normal agar calon korban bersedia memasangnya.

Hirudo dilaporkan dapat menyebar melalui aplikasi yang menyerupai layanan belanja atau hiburan, iklan berbahaya, hingga halaman unduhan palsu. Pengguna yang mengikuti instruksi pemasangan dari sumber tidak tepercaya berisiko memasukkan perangkatnya ke dalam kendali pelaku.

Setelah terpasang, malware dapat berupaya mengumpulkan informasi login, membaca pesan SMS, memantau tampilan layar, serta memanfaatkan fitur aksesibilitas Android untuk menjalankan tindakan tertentu.

Fitur aksesibilitas sebenarnya disediakan untuk membantu pengguna mengoperasikan perangkat, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Namun, apabila izin tersebut diberikan kepada aplikasi berbahaya, fitur itu dapat disalahgunakan untuk memperluas akses terhadap perangkat.

Dalam modus tertentu, Hirudo juga dilaporkan dapat menampilkan notifikasi pembaruan palsu dan mencoba mengganti aplikasi perbankan asli dengan versi yang sudah dimodifikasi. Karena itu, pengguna perlu berhati-hati ketika menerima instruksi untuk memasang ulang aplikasi keuangan melalui tautan yang tidak dikenal.

7 Ciri-Ciri HP yang Perlu Diwaspadai Terinfeksi Malware Hirudo

Tidak semua ponsel yang mengalami gangguan berarti terinfeksi Hirudo. Namun, sejumlah perubahan berikut patut diperiksa, terutama jika muncul setelah pengguna memasang aplikasi dari sumber yang tidak jelas.

1. Muncul Aplikasi Asing Tanpa Disadari

Periksa daftar aplikasi apabila terdapat program yang tidak pernah diunduh atau tidak diingat pernah dipasang. Perhatikan pula aplikasi yang meminta pengguna memasang komponen tambahan dengan alasan tertentu.

Aplikasi asing tidak otomatis berbahaya. Namun, jika kemunculannya bertepatan dengan pemasangan aplikasi dari tautan iklan atau situs tidak resmi, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Ada Permintaan Pembaruan yang Tidak Wajar

Pembaruan aplikasi seharusnya dilakukan melalui saluran resmi pengembang atau toko aplikasi yang tepercaya.

Waspadai pemberitahuan yang meminta pengguna mengunduh file APK dari situs tidak dikenal, terlebih jika disertai ancaman bahwa aplikasi akan berhenti berfungsi apabila pembaruan tidak segera dilakukan.

Jangan langsung mengikuti instruksi tersebut. Tutup pemberitahuan dan periksa ketersediaan pembaruan melalui Google Play Store.

3. Aplikasi Meminta Izin Aksesibilitas secara Berlebihan

Izin aksesibilitas dapat memberikan kemampuan yang luas kepada aplikasi tertentu. Karena itu, permintaan izin ini perlu diperiksa secara cermat.

Jika aplikasi senter, permainan sederhana, atau program yang tidak memiliki kebutuhan aksesibilitas meminta izin tersebut tanpa alasan yang jelas, jangan langsung menyetujuinya.

Pengguna dapat memeriksa daftar layanan aksesibilitas yang aktif melalui menu pengaturan Android. Nama dan letak menu dapat berbeda sesuai merek serta versi sistem operasi.

4. Aplikasi Perbankan Meminta Pemasangan Ulang secara Mencurigakan

Hirudo dilaporkan memiliki kemampuan yang berkaitan dengan penggantian aplikasi perbankan menggunakan versi yang dimodifikasi.

Jika muncul instruksi untuk menghapus aplikasi bank dan memasang versi baru melalui tautan yang tidak dikenal, hentikan proses tersebut. Konfirmasikan informasi pembaruan kepada pihak bank melalui aplikasi resmi, situs resmi, atau layanan pelanggan yang terverifikasi.

5. Muncul Aktivitas Rekening yang Tidak Dikenal

Periksa notifikasi transaksi, riwayat transfer, perubahan data akun, dan pemberitahuan login secara berkala.

Permintaan kode OTP yang tidak pernah diminta juga patut diwaspadai. Jangan memberikan kode tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas bank.

Aktivitas mencurigakan tidak selalu membuktikan bahwa perangkat terinfeksi Hirudo. Namun, kondisi ini dapat menunjukkan adanya upaya pengambilalihan akun atau penyalahgunaan informasi keuangan.

6. Pesan SMS atau Notifikasi Berubah secara Tidak Biasa

Karena malware ini dilaporkan memiliki kemampuan mengakses pesan SMS, pengguna perlu memperhatikan pesan yang berkaitan dengan kode verifikasi, perubahan akun, dan transaksi keuangan.

Jika ada notifikasi yang menghilang, pesan yang tidak dikenali, atau permintaan verifikasi yang muncul tanpa aktivitas dari pengguna, periksa keamanan akun melalui perangkat lain yang tepercaya.

Jangan mengandalkan SMS sebagai satu-satunya bukti keamanan transaksi. Periksa pula riwayat aktivitas melalui kanal resmi bank.

7. HP Mendadak Lambat atau Menampilkan Iklan Mengganggu

Ponsel yang tiba-tiba lambat, sering menampilkan iklan pop-up, cepat menghabiskan baterai, atau mengalami gangguan dapat memerlukan pemeriksaan keamanan.

Meski demikian, gejala tersebut bukan ciri khusus Hirudo. Penyebabnya bisa berupa kapasitas penyimpanan yang hampir penuh, aplikasi yang bermasalah, atau faktor teknis lainnya.

Perhatikan apakah gangguan muncul setelah memasang aplikasi baru. Informasi tersebut dapat membantu pengguna menentukan aplikasi mana yang perlu diperiksa.

Cara Mencegah Malware Hirudo agar Tidak Mengakses Rekening

1. Unduh Aplikasi dari Sumber Tepercaya

Utamakan Google Play Store atau kanal resmi yang disediakan pengembang. Hindari mengunduh aplikasi melalui tautan acak dari pesan WhatsApp, iklan, media sosial, atau situs yang tidak dikenal.

Perlu diingat, keberadaan aplikasi di toko resmi pun bukan jaminan mutlak bebas risiko. Periksa nama pengembang, ulasan yang relevan, jumlah unduhan, serta izin yang diminta sebelum memasang aplikasi.

2. Jangan Mengikuti Tautan Pembaruan yang Mencurigakan

Jika menerima pesan bahwa aplikasi perbankan harus segera diperbarui, jangan langsung mengeklik tautan yang disertakan.

Buka toko aplikasi secara mandiri dan cari aplikasi tersebut. Apabila informasi pembaruan tidak tersedia atau instruksinya berbeda, hubungi pihak bank untuk memastikan keasliannya.

Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko memasang aplikasi palsu yang menyamar sebagai pembaruan resmi.

3. Pastikan Google Play Protect Aktif

Google Play Protect merupakan fitur keamanan Android yang membantu memeriksa aplikasi untuk mendeteksi perilaku berbahaya.

Untuk memeriksa statusnya, buka Google Play Store, ketuk ikon profil, lalu pilih menu Play Protect. Jalankan pemindaian dan pastikan perlindungan tersedia dalam keadaan aktif.

Fitur ini dapat membantu mendeteksi ancaman, tetapi tidak menjamin semua malware akan ditemukan. Karena itu, pengguna tetap perlu berhati-hati dalam memasang aplikasi dan memberikan izin.

4. Batasi Izin Aksesibilitas dan Instalasi Aplikasi

Periksa aplikasi yang memperoleh aksesibilitas, akses notifikasi, atau izin sensitif lainnya. Cabut izin yang tidak diperlukan, khususnya jika diberikan kepada aplikasi yang tidak jelas asal-usulnya.

Periksa juga pengaturan instalasi aplikasi tidak dikenal. Nonaktifkan izin pemasangan dari browser atau aplikasi lain jika tidak sedang dibutuhkan.

Jangan memberikan izin hanya karena aplikasi terus menampilkan permintaan atau mengklaim bahwa izin tersebut wajib untuk memperbarui sistem.

5. Perbarui Android secara Berkala

Pasang pembaruan sistem operasi, patch keamanan, dan pembaruan sistem Google Play yang tersedia untuk perangkat.

Pembaruan dapat memperbaiki kelemahan keamanan yang berpotensi dimanfaatkan penyerang. Jika perangkat sudah tidak memperoleh pembaruan keamanan, pertimbangkan risiko tersebut ketika menggunakannya untuk transaksi keuangan.

6. Lindungi PIN, Kata Sandi, dan Kode OTP

Jangan pernah membagikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada pihak lain. Hindari memasukkan informasi perbankan melalui halaman yang dibuka dari tautan tidak dikenal.

Gunakan kata sandi yang unik untuk setiap layanan, aktifkan fitur keamanan tambahan yang disediakan bank, serta jangan menyimpan informasi rahasia di catatan yang mudah diakses orang lain.

Jika tersedia, gunakan biometrik dan notifikasi transaksi untuk menambah lapisan perlindungan.

7. Pisahkan Penanganan Keamanan dari Ponsel yang Dicurigai

Jika ponsel diduga terinfeksi, jangan gunakan perangkat tersebut untuk mengganti kata sandi atau mengakses rekening sebelum risikonya ditangani.

Gunakan perangkat lain yang tepercaya untuk menghubungi bank, memblokir akses yang berisiko, dan mengganti kredensial akun. Setelah itu, lakukan pemeriksaan keamanan pada ponsel yang dicurigai.

Jika aplikasi berbahaya tidak dapat dihapus atau gangguan terus muncul, pertimbangkan bantuan teknisi tepercaya atau pengaturan ulang ke kondisi pabrik setelah mengamankan data penting. Jangan memulihkan aplikasi dari cadangan yang sumbernya tidak dapat dipastikan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika HP Diduga Terinfeksi Hirudo?

Jika menemukan indikasi kuat adanya malware, lakukan langkah berikut secara berurutan:

  1. Hentikan transaksi keuangan. Jangan membuka aplikasi perbankan atau memasukkan informasi rahasia melalui ponsel yang dicurigai.
  2. Hubungi bank melalui perangkat lain. Gunakan nomor resmi yang tercantum di situs bank atau kartu resmi untuk meminta pengamanan akun.
  3. Periksa rekening dan riwayat transaksi. Laporkan transaksi yang tidak dikenal sesegera mungkin.
  4. Amankan akun. Ganti kata sandi dan kredensial yang berisiko melalui perangkat bersih. Ikuti arahan bank mengenai PIN, pemblokiran akses, dan pengamanan layanan.
  5. Periksa dan bersihkan perangkat. Jalankan pemeriksaan keamanan, hapus aplikasi yang tidak tepercaya, dan perbarui sistem. Jika diperlukan, minta bantuan profesional.

Apabila sudah terjadi transaksi tanpa izin, segera laporkan kepada bank. Jangan menunggu sampai seluruh saldo hilang. Kecepatan pelaporan dapat membantu proses penanganan, meskipun pengembalian dana tidak dapat dijamin.

Ancaman malware Hirudo menunjukkan pentingnya menjaga keamanan ponsel Android, terutama perangkat yang digunakan untuk mengakses layanan perbankan. Aplikasi asing, pembaruan dari tautan tidak dikenal, permintaan izin aksesibilitas yang tidak relevan, serta aktivitas rekening yang tidak dikenali perlu mendapat perhatian.

Pengguna sebaiknya tidak menunggu sampai terjadi kehilangan dana untuk memeriksa keamanan perangkat. Dengan menggunakan aplikasi dari sumber tepercaya, memperbarui sistem, mengaktifkan Google Play Protect, dan segera menghubungi bank saat menemukan aktivitas mencurigakan, risiko penyalahgunaan akun dapat dikurangi.

Prinsip utamanya sederhana: jangan mudah memasang aplikasi atau memberikan izin, dan segera bertindak jika ada aktivitas keuangan yang tidak Anda kenali.

Share This Article