Cetronews.com – Nama Tristan Gooijer mulai menjadi sorotan dalam pembahasan pemain diaspora yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia. Bek muda yang kini membela Lommel SK di Belgia tersebut dinilai memiliki karakter permainan yang bisa menjadi tambahan pilihan bagi pelatih John Herdman dalam mempersiapkan skuad Garuda menuju Piala Asia 2027.
Gooijer menarik perhatian karena memiliki darah Indonesia dari garis keturunan neneknya yang berasal dari Maluku. Selain itu, ia mempunyai pengalaman menimba ilmu di akademi Ajax Amsterdam, salah satu klub yang dikenal memiliki tradisi pengembangan pemain muda di Eropa.
Meski demikian, peluang Gooijer untuk membela Timnas Indonesia masih sebatas potensi. Hingga kini, belum ada kepastian resmi mengenai proses naturalisasi maupun langkah PSSI untuk merekrut pemain berusia 22 tahun tersebut.
Nama Tristan Gooijer Muncul dalam Daftar Pemain Diaspora
Pembahasan mengenai Gooijer mengemuka setelah Noor Korompot, Staf Khusus Menteri Hukum bidang transformasi digital, membagikan unggahan berisi foto 10 pemain diaspora yang dinilai berpotensi menambah kekuatan Timnas Indonesia.
Unggahan melalui akun Instagram @noorkorompotalks pada 7 Oktober 2026 itu menempatkan Gooijer sebagai salah satu nama yang patut diperhatikan untuk memperkuat skuad Garuda menjelang Piala Asia 2027.
Namun, daftar tersebut tidak dapat diartikan sebagai pengumuman resmi mengenai pemain yang akan dinaturalisasi. Kemunculan seorang pemain dalam pembahasan publik juga tidak otomatis menandakan bahwa PSSI telah memulai komunikasi atau proses administrasi dengannya.
Karena itu, perkembangan mengenai Gooijer masih perlu ditunggu, terutama terkait kemungkinan pendekatan resmi dari federasi, kesediaan pemain, dan pemenuhan persyaratan untuk membela Indonesia.
Perjalanan Karier Gooijer, dari Akademi Ajax hingga Liga Belgia
Tristan Gooijer lahir di Blaricum, Belanda, pada 2 September 2004. Ia mengembangkan kemampuan sepak bolanya melalui sejumlah akademi di Belanda sebelum bergabung dengan akademi Ajax Amsterdam pada 2016.
Kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Ajax dikenal memiliki sistem pembinaan pemain muda yang menekankan kemampuan teknik, pemahaman taktik, serta kecakapan pemain dalam membangun serangan dari lini belakang.
Gooijer menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Ajax pada Juni 2021. Ia kemudian menjalani debut bersama Jong Ajax dalam kompetisi Eerste Divisie, kasta kedua sepak bola Belanda, ketika menghadapi ADO Den Haag pada 7 Maret 2022.
Pada Juli 2024, Gooijer melanjutkan perkembangannya dengan bergabung ke PEC Zwolle melalui skema peminjaman. Pengalaman bermain di lingkungan sepak bola profesional memberinya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan menambah jam terbang.
Kariernya kemudian berlanjut ke Belgia. Pada Agustus 2026, ia bergabung dengan Lommel SK, klub yang juga diperkuat gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy.
Keberadaan Pelupessy di klub yang sama dapat menjadi informasi menarik bagi publik Indonesia. Kendati demikian, bermain satu klub dengan pemain Timnas Indonesia bukan jaminan bahwa Gooijer akan memilih atau memenuhi syarat untuk memperkuat skuad Garuda.
Bek Serbabisa yang Bisa Menambah Kedalaman Pertahanan
Salah satu aspek yang membuat Gooijer menarik untuk dipantau adalah kemampuannya menempati lebih dari satu posisi.
Posisi utamanya adalah bek kanan. Ia juga disebut dapat bermain sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan, sehingga memiliki fleksibilitas yang berpotensi berguna bagi tim pelatih.
Dalam sepak bola modern, bek kanan tidak hanya dituntut menghentikan serangan lawan. Pemain di posisi tersebut juga harus mampu membantu membangun serangan, menjaga lebar permainan, serta memberikan dukungan kepada pemain sayap.
Apabila dimainkan sebagai bek tengah, kemampuan membaca permainan dan menjaga posisi menjadi faktor penting. Sementara itu, peran gelandang bertahan menuntut kecakapan mengantisipasi serangan, memenangkan duel, dan menyalurkan bola kepada rekan setim.
Fleksibilitas seperti ini dapat membantu pelatih menghadapi berbagai situasi pertandingan. Pemain yang mampu mengisi beberapa posisi memberikan alternatif ketika tim mengalami cedera, perubahan strategi, atau membutuhkan pendekatan taktik berbeda.
Dengan tinggi badan sekitar 1,85 meter, Gooijer juga memiliki modal fisik yang dapat mendukung persaingan dalam duel udara dan situasi bola mati. Meski demikian, tinggi badan dan fleksibilitas posisi saja tidak cukup untuk memastikan bahwa seorang pemain akan cocok dengan kebutuhan Timnas Indonesia.
Kesesuaian taktik, konsistensi performa di level klub, kondisi fisik, dan kemampuan beradaptasi dengan rekan setim tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.
Catatan Bersama PEC Zwolle Jadi Modal Pengembangan
Selama memperkuat PEC Zwolle, Gooijer disebut mencatatkan tiga gol dari 23 penampilan pada musim 2025/2026.
Catatan tersebut menarik karena kontribusi bek tidak selalu terbatas pada tugas menghentikan serangan lawan. Dalam situasi tertentu, bek kanan dapat membantu menciptakan peluang melalui pergerakan dari sisi lapangan, umpan silang, atau keterlibatan dalam situasi bola mati.
Namun, statistik gol perlu dibaca bersama indikator lainnya. Jumlah menit bermain, kontribusi defensif, kualitas lawan, dan konsistensi penampilan akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perkembangan seorang pemain.
Bagi Timnas Indonesia, apabila Gooijer kelak masuk dalam pertimbangan resmi, rekam jejaknya di level klub dapat menjadi salah satu bahan evaluasi. Tim pelatih perlu memastikan bahwa kemampuan yang ditunjukkannya sesuai dengan kebutuhan permainan dan standar persaingan internasional.
Dengan kata lain, pengalaman di akademi Ajax dan kiprah di kompetisi Eropa merupakan modal yang menarik, tetapi bukan jaminan otomatis bahwa seorang pemain akan langsung menjadi pilihan utama di tim nasional.
John Herdman Membutuhkan Skuad dengan Kedalaman yang Baik
Persiapan menuju Piala Asia 2027 menuntut Timnas Indonesia memiliki komposisi pemain yang kompetitif di setiap lini. Kedalaman skuad menjadi penting karena turnamen internasional menghadirkan jadwal padat, lawan dengan karakter permainan berbeda, serta risiko cedera dan akumulasi kartu.
John Herdman membutuhkan pemain yang bukan hanya memiliki kemampuan individu, tetapi juga mampu menjalankan instruksi taktik secara konsisten.
Dalam pernyataan yang dikutip dari unggahan Noor Korompot, Herdman disebut menyoroti kebutuhan pemain sayap yang dinamis, khususnya untuk posisi nomor 7 dan 11. Pemain di sektor tersebut diharapkan memiliki kecepatan untuk membuka ruang, melewati lawan, dan membantu serangan.
Kebutuhan pemain sayap itu perlu dibedakan dari potensi Gooijer. Sebagai bek kanan yang juga bisa bermain di beberapa posisi lain, ia bukan pemain sayap murni berdasarkan profil posisi yang disebutkan dalam informasi tersebut.
Artinya, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa Gooijer merupakan salah satu dari dua pemain sayap yang sedang diupayakan Herdman. Peluangnya, jika memang dipertimbangkan, lebih relevan dibahas sebagai alternatif untuk memperkuat lini pertahanan atau posisi lain yang sesuai dengan kemampuannya.
Pembedaan ini penting agar pembahasan mengenai calon pemain diaspora tidak mencampuradukkan kebutuhan tim dengan spekulasi mengenai nama pemain yang akan direkrut.
Bagaimana Peluang Gooijer Membela Timnas Indonesia?
Garis keturunan Indonesia menjadi salah satu faktor yang membuat Gooijer menarik untuk dipantau. Akan tetapi, latar belakang keluarga tidak dengan sendirinya memastikan seorang pemain memenuhi seluruh persyaratan untuk memperkuat tim nasional.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum peluangnya dapat dinilai lebih jauh.
Pertama, status kewarganegaraan dan dokumen yang mendukung hubungan keturunannya dengan Indonesia perlu dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kedua, riwayat penampilan bersama tim nasional kelompok umur Belanda perlu diperiksa secara terperinci. Gooijer disebut pernah memperkuat Belanda U-16, U-18, dan U-21. Penampilan di kelompok umur tidak otomatis menutup peluang membela negara lain, tetapi persyaratan yang berlaku bergantung pada riwayat pertandingan, status kewarganegaraan, dan ketentuan FIFA.
FIFA memiliki aturan mengenai kelayakan pemain dan perpindahan asosiasi. Karena itu, penilaian tidak cukup hanya berdasarkan asal-usul keluarga atau fakta bahwa seorang pemain belum memperkuat tim nasional senior.
Ketiga, harus ada perkembangan nyata dari pihak terkait. Komunikasi antara pemain dan federasi, proses administrasi kewarganegaraan jika diperlukan, serta keputusan mengenai kelayakan menjadi bagian penting yang harus ditunggu.
Belum adanya pengumuman resmi mengenai proses Gooijer berarti publik sebaiknya tidak menganggap peluang tersebut sebagai kesepakatan yang sudah berjalan.
Piala Asia 2027 Jadi Momentum Memperkuat Garuda
Piala Asia 2027 akan menjadi salah satu panggung penting bagi Timnas Indonesia untuk mengukur perkembangan sepak bola nasional di tingkat Asia.
Memperluas pilihan pemain diaspora bisa menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan persaingan di dalam skuad. Namun, keberhasilan tim tidak hanya bergantung pada penambahan pemain keturunan, melainkan juga pada pembinaan pemain lokal, kesinambungan strategi pelatih, kualitas kompetisi, dan kemampuan membangun kerja sama antarpemain.
Dalam konteks tersebut, Tristan Gooijer merupakan nama yang layak dipantau karena usia, pengalaman pembinaan di Belanda, serta fleksibilitas posisinya. Jika suatu saat ada proses resmi dan ia dinyatakan memenuhi persyaratan, kemampuannya dapat dievaluasi untuk melihat seberapa besar kontribusi yang bisa diberikan kepada Garuda.
Untuk saat ini, belum ada kepastian bahwa Gooijer akan dinaturalisasi atau masuk dalam rencana resmi PSSI. Perkembangan kariernya bersama Lommel SK dan informasi resmi dari pihak terkait akan menjadi hal penting untuk menentukan apakah peluang tersebut benar-benar berlanjut.
Publik sepak bola Indonesia pun perlu menunggu konfirmasi yang dapat diverifikasi, bukan hanya mengandalkan daftar pemain potensial yang beredar di media sosial.
