Brain Freeze Setelah Minum Es, Mengapa Bisa Terjadi dan Apa Kaitannya dengan Migrain?

8 Min Read

Cetronews.com – Sensasi nyeri tajam di dahi setelah minum air es atau makan es krim terlalu cepat mungkin pernah dialami banyak orang. Rasa sakit yang muncul mendadak dan biasanya hilang dalam waktu singkat ini dikenal sebagai brain freeze atau sakit kepala akibat rangsangan dingin (cold-stimulus headache).

Meski terasa mengejutkan, brain freeze umumnya tidak berbahaya. Kondisi ini terjadi ketika bagian dalam mulut atau tenggorokan terpapar suhu sangat dingin secara tiba-tiba. Namun, fenomena tersebut menarik perhatian para peneliti karena memiliki kaitan dengan cara tubuh memproses nyeri, termasuk pada orang yang mengalami migrain.

Menurut dokter spesialis saraf Amaal Starling dari Mayo Clinic di Arizona, Amerika Serikat, brain freeze merupakan kondisi yang lazim terjadi dan biasanya mereda dengan sendirinya. Hal tersebut disampaikan dalam laporan BBC yang diterbitkan pada 9 Oktober.

Dengan memahami penyebab dan pemicunya, seseorang dapat mengurangi kemungkinan mengalami brain freeze tanpa harus sepenuhnya menghindari minuman dingin atau makanan seperti es krim.

Mengapa Minum Es Bisa Menyebabkan Sakit Kepala?

Brain freeze biasanya muncul ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang sangat dingin dalam waktu singkat. Contohnya adalah meneguk minuman es dalam jumlah besar sekaligus atau menyantap es krim dengan cepat.

Paparan dingin pada langit-langit mulut dan area sekitarnya diduga memicu respons saraf serta perubahan aliran darah di sekitar kepala. Rangsangan tersebut kemudian dapat diterjemahkan oleh sistem saraf sebagai nyeri yang terasa di dahi atau bagian depan kepala.

Salah satu bagian penting dalam proses ini adalah saraf trigeminal. Saraf tersebut berperan dalam menghantarkan berbagai sensasi dari wajah dan area kepala, termasuk sensasi nyeri.

Ketika rangsangan dingin diterima di dalam mulut, otak dapat merasakan nyeri di bagian kepala yang lokasinya berbeda dari sumber rangsangan. Fenomena ketika nyeri dirasakan di lokasi yang berbeda dari pemicunya dikenal sebagai referred pain atau nyeri alih.

Mekanisme lengkap brain freeze masih diteliti. Perubahan diameter pembuluh darah dan respons saraf diduga berperan, tetapi tidak tepat jika kondisi ini dijelaskan hanya sebagai akibat penyempitan dan pelebaran pembuluh darah.

Cara Mengatasi Brain Freeze dengan Cepat

Karena brain freeze umumnya berlangsung singkat, penanganannya dapat dilakukan dengan langkah sederhana. Tujuannya adalah mengurangi paparan dingin dan membantu menghangatkan kembali area mulut yang terkena rangsangan.

Berikut beberapa cara yang dapat dicoba ketika nyeri muncul:

1. Hentikan sementara konsumsi makanan atau minuman dingin

Jangan langsung melanjutkan tegukan atau suapan berikutnya. Berikan waktu agar suhu di dalam mulut kembali menyesuaikan diri.

2. Tempelkan lidah ke langit-langit mulut

Kontak lidah yang hangat dengan langit-langit mulut dapat membantu mengurangi sensasi dingin. Lakukan secara nyaman dan jangan memaksakan gerakan yang menimbulkan rasa tidak nyaman.

3. Minum air bersuhu ruang atau cairan hangat

Air bersuhu ruang dapat membantu mengurangi paparan dingin di dalam mulut. Cairan hangat juga bisa dicoba selama suhunya nyaman dan tidak terlalu panas.

4. Tunggu hingga nyeri mereda

Brain freeze biasanya menghilang dengan sendirinya dalam waktu singkat. Jika nyeri tidak kunjung membaik, berlangsung jauh lebih lama daripada biasanya, atau muncul tanpa pemicu dingin yang jelas, jangan langsung menganggapnya sebagai brain freeze biasa.

Apa Hubungan Brain Freeze dengan Migrain?

Brain freeze tidak sama dengan migrain. Namun, keduanya dapat berkaitan melalui jalur saraf yang memproses sensasi nyeri.

Dalam laporan yang dikutip BBC, Irene Toldo, profesor neurologi anak dan psikiatri di University of Padua, Italia, bersama rekan-rekannya meninjau penelitian selama sekitar empat dekade untuk memahami fenomena sakit kepala akibat rangsangan dingin.

Hasil tinjauan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara brain freeze dan migrain. Orang yang memiliki migrain cenderung mengalami sakit kepala akibat rangsangan dingin dengan intensitas lebih tinggi dibandingkan sebagian orang yang tidak mengalami migrain.

Salah satu penjelasan yang mungkin adalah perbedaan sensitivitas sistem saraf terhadap rangsangan nyeri. Pada sebagian penderita migrain, jalur saraf trigeminal dapat menunjukkan respons yang lebih kuat terhadap pemicu tertentu, termasuk paparan dingin.

Meski demikian, mengalami brain freeze tidak otomatis berarti seseorang menderita migrain. Brain freeze juga dapat dialami oleh orang yang tidak memiliki riwayat gangguan sakit kepala.

Dengan kata lain, kondisi ini dapat menjadi petunjuk mengenai sensitivitas terhadap rangsangan dingin, tetapi tidak dapat digunakan sendirian untuk menentukan diagnosis migrain.

Apakah Brain Freeze Bisa Diturunkan dalam Keluarga?

Faktor keturunan juga menjadi salah satu hal yang dipelajari dalam penelitian mengenai brain freeze.

Tinjauan penelitian yang dilaporkan tersebut mengindikasikan bahwa seseorang mungkin lebih rentan mengalami sakit kepala setelah mengonsumsi makanan dingin apabila orang tuanya juga memiliki pengalaman serupa.

Namun, hubungan tersebut belum membuktikan bahwa brain freeze diturunkan secara langsung melalui gen tertentu. Faktor genetik yang mungkin berperan juga belum dapat dipastikan berdasarkan informasi tersebut.

Selain faktor keturunan, intensitas paparan dingin dan kecepatan seseorang mengonsumsi makanan atau minuman kemungkinan turut memengaruhi munculnya keluhan.

Karena itu, seseorang tidak perlu menganggap brain freeze sebagai tanda pasti adanya kelainan saraf atau penyakit keturunan.

Kapan Sakit Kepala Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Brain freeze yang muncul setelah mengonsumsi sesuatu yang dingin dan segera mereda biasanya tidak memerlukan penanganan medis khusus. Akan tetapi, sakit kepala yang berat, sering berulang, atau mengganggu aktivitas sehari-hari perlu mendapatkan perhatian.

Pemeriksaan dokter dapat membantu membedakan brain freeze biasa dari migrain atau penyebab sakit kepala lainnya. Hal ini penting terutama jika seseorang kerap mengalami nyeri kepala tetapi belum pernah mendapatkan diagnosis yang jelas.

Segera cari pertolongan medis apabila sakit kepala muncul sangat mendadak dan mencapai intensitas maksimal dalam hitungan detik hingga menit, atau disertai gejala seperti kelemahan anggota tubuh, gangguan bicara, kebingungan, pingsan, demam dengan leher kaku, maupun gangguan penglihatan yang baru terjadi.

Gejala tersebut tidak khas untuk brain freeze biasa dan dapat menandakan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan segera.

Tips Mencegah Brain Freeze Saat Menikmati Es Krim

Menghindari seluruh makanan dingin bukan satu-satunya cara untuk mencegah brain freeze. Kebiasaan sederhana saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin dapat membantu mengurangi risikonya.

Pertama, makan es krim dengan suapan kecil dan tidak terburu-buru. Kedua, minum air es secara perlahan dengan memberi jeda di antara tegukan. Ketiga, hentikan konsumsi sementara apabila sensasi nyeri mulai muncul.

Orang yang memiliki riwayat migrain dan merasa rangsangan dingin sering memicu sakit kepala juga dapat memperhatikan pola kemunculan keluhannya. Mencatat pemicu, durasi, intensitas, dan gejala penyerta dapat membantu dokter menilai kondisi tersebut jika pemeriksaan diperlukan.

Pada akhirnya, brain freeze merupakan respons tubuh terhadap rangsangan dingin yang umumnya bersifat sementara. Memahami pemicunya dapat membantu seseorang tetap menikmati makanan favorit tanpa harus mengonsumsi makanan dingin secara terburu-buru.

Namun, sakit kepala yang berulang, tidak biasa, atau disertai gejala lain tidak sebaiknya dianggap sebagai brain freeze semata. Pemeriksaan medis tetap menjadi langkah yang tepat untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan sesuai kebutuhan.

Share This Article