BNPB Siagakan 61 Armada Udara untuk Atasi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan

6 Min Read
Helikopter melakukan water bombing untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Foto: MC Kota Palangka Raya/Usep/InfoPublik

Cetronews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan 61 armada udara untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Armada tersebut digunakan untuk patroli, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta pemadaman api melalui metode water bombing.

Upaya ini dilakukan bersamaan dengan penyemaian bahan untuk memicu hujan buatan di sejumlah wilayah rawan kebakaran. BNPB berharap hujan yang turun dapat membantu memadamkan titik api sekaligus mengurangi risiko munculnya kembali kebakaran akibat bara yang masih tersisa di dalam tanah.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan 61 armada udara tersebut terdiri atas 24 unit untuk patroli dan OMC serta 37 unit untuk water bombing.

“Untuk Satgas Udara, kami tetap menyiagakan dan mengoperasikan 61 unit armada udara,” kata Berton dalam konferensi pers, Rabu (28/10/2026).

BNPB Laksanakan 18 Sorti Operasi Modifikasi Cuaca

BNPB melaporkan pelaksanaan OMC di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Hingga laporan tersebut disampaikan, operasi telah mencapai 18 sorti dengan total bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan dry ice sebanyak 22.400 kilogram.

OMC dilakukan untuk meningkatkan peluang terbentuknya hujan melalui penyemaian bahan tertentu ke dalam awan yang memenuhi kondisi atmosfer. Namun, keberhasilan operasi ini tetap bergantung pada ketersediaan awan dan faktor cuaca lainnya.

Karena itu, OMC menjadi bagian dari upaya penanganan karhutla, bukan pengganti pemadaman langsung di lokasi kebakaran. Sementara itu, water bombing dilakukan dengan menjatuhkan air dari helikopter ke area yang terbakar atau sulit dijangkau petugas darat.

BNPB juga menempatkan kembali pesawat OMC yang sebelumnya bertugas di Jawa Barat ke Jambi. Pesawat tersebut disiagakan agar bisa digunakan untuk mendukung OMC maupun water bombing sesuai kebutuhan dan kondisi atmosfer.

Kalimantan Tengah Dapat Dukungan Hercules

Di Kalimantan Tengah, BNPB telah melaksanakan delapan sorti OMC dengan penyemaian 11.200 kilogram NaCl dan 500 kilogram dry ice. Operasi ini diperkuat dengan dukungan pesawat Hercules A1328 untuk mengangkut bahan semai menuju sasaran di Kalimantan Tengah dan sebagian Kalimantan Selatan.

Berton menyebutkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat telah mengguyur tujuh wilayah di Kalimantan Tengah. Daerah tersebut meliputi Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Sukamara, Murung Raya, Barito Utara, dan Palangka Raya.

BNPB berharap hujan berlanjut sehingga api yang masih menyala dapat dipadamkan. Perhatian juga diberikan terhadap bara di bawah permukaan tanah yang dapat bertahan meskipun api di permukaan terlihat sudah mereda.

Kondisi tersebut membuat pemantauan pascakebakaran tetap diperlukan. Hujan dapat membantu membasahi material yang terbakar, tetapi tidak otomatis memastikan seluruh titik api dan bara telah padam.

Hujan Turun di Sejumlah Wilayah Kalimantan Selatan

Di Kalimantan Selatan, BNPB melaksanakan dua sorti OMC dengan menyemai 2.000 kilogram NaCl. Operasi tersebut menyasar enam wilayah, yakni Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, dan Tanah Bumbu.

BNPB juga melaporkan hujan telah turun di 12 wilayah Kalimantan Selatan, mencakup Banjarmasin, Banjarbaru, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, dan Balangan.

Pemerintah berharap hujan terus mengguyur wilayah tersebut hingga periode potensi cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berakhir pada 29 Oktober 2026.

Meski hujan telah turun di sejumlah daerah, kondisi kebakaran tetap perlu dipantau. Curah hujan di satu wilayah tidak selalu menunjukkan bahwa seluruh area terdampak telah menerima hujan dengan intensitas yang sama.

Sumatera Selatan Jadi Sasaran OMC

Penanganan karhutla juga dilakukan di Sumatera Selatan. BNPB mencatat delapan sorti OMC dengan penyemaian 9.200 kilogram NaCl, serta dua sorti penyemaian dry ice sebanyak 1.700 kilogram.

Operasi menyasar Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu (OKU), Banyuasin, Muara Enim, Musi Banyuasin, dan Ogan Ilir.

Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah, antara lain OKI, Banyuasin, Palembang, Pagar Alam, dan Belitang. BNPB menyebut sembilan stasiun pemantau mencatat presipitasi atau kejadian hujan di wilayah-wilayah tersebut.

Berton berharap hujan berlanjut agar api dan bara yang masih tersisa dapat benar-benar padam.

Pemadaman Karhutla Tetap Membutuhkan Pemantauan

Kesiapan puluhan armada udara dan pelaksanaan OMC menunjukkan bahwa penanganan karhutla dilakukan melalui beberapa pendekatan sekaligus. Patroli udara membantu memantau kondisi lapangan, water bombing diarahkan untuk memadamkan api, sedangkan OMC berupaya mendukung terbentuknya hujan ketika kondisi atmosfer memungkinkan.

Namun, hasil penanganan tidak cukup dinilai dari jumlah armada atau bahan semai yang dikerahkan. Kondisi titik api, luas area terbakar, perkembangan kualitas udara, serta keberadaan bara di bawah permukaan tanah juga penting untuk diperhatikan.

Bagi masyarakat di wilayah terdampak, perkembangan hujan dan kondisi kebakaran perlu terus dipantau melalui informasi resmi BNPB dan BMKG. Warga juga perlu mengikuti imbauan pemerintah setempat, terutama jika asap masih mengganggu aktivitas atau jarak pandang.

BNPB berharap dukungan operasi udara dan hujan yang turun di sejumlah daerah dapat mempercepat pemadaman karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Pemantauan lanjutan tetap dibutuhkan untuk memastikan api tidak kembali menyala setelah kondisi permukaan terlihat membaik.

TAGGED:
Share This Article