Hujan Tujuh Jam Belum Padamkan Karhutla di Gambut OKI, Ancaman Kabut Asap Masih Tinggi

4 Min Read
Petugas sedang memadamkan api. (Foto: Dokumentasi Manggala Agni)

CETRONEWS.COM, Sumatera Selatan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, masih belum sepenuhnya padam meskipun kawasan tersebut telah diguyur hujan selama tujuh jam. Asap bahkan masih terlihat mengepul dari sejumlah titik kebakaran di kawasan Talang Rimba, Kecamatan Cengal.

Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan belum cukup untuk mengatasi kebakaran di lahan gambut. Api yang berada di lapisan bawah tanah dapat tetap bertahan meskipun permukaan lahan telah basah akibat hujan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan tim pemadam masih melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.

Menurut Ferdian, kebakaran di Talang Rimba telah berlangsung selama beberapa hari. Meski hujan dengan durasi cukup panjang telah mengguyur kawasan tersebut, api dan asap masih ditemukan.

“Api dan asap terlihat di Talang Rimba, itu yang (kebakaran) kemarin-kemarin. Masih belum tuntas walaupun dihujani tujuh jam,” kata Ferdian, Kamis (29/10/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran di lahan gambut membutuhkan penanganan lebih intensif dibandingkan kebakaran di lahan biasa. Material gambut pada lapisan bawah yang masih kering memungkinkan api bertahan dan terus menyebar.

Kondisi tersebut juga berpotensi menghasilkan asap meskipun api di permukaan tanah tidak lagi terlihat. Karena itu, proses pemadaman harus dipastikan menjangkau bagian gambut yang masih menyimpan bara api.

Tim di lapangan masih melanjutkan upaya pemadaman. Pemantauan melalui drone juga disiapkan untuk memeriksa perkembangan kondisi kebakaran dan memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap dapat ditangani.

Potensi Kabut Asap di Sumatera Selatan Masih Tinggi

Ancaman kabut asap di Sumatera Selatan belum sepenuhnya mereda. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan masih terdapat sejumlah lahan terbakar, termasuk kawasan yang sebelumnya telah menerima guyuran hujan.

Berdasarkan informasi dari tim pemadam, hujan belum mampu menghilangkan seluruh sumber asap karena sebagian bara api masih berada di dalam lapisan gambut.

Bahkan, lahan yang telah diguyur hujan masih menunjukkan kepulan asap dari bagian bawah tanah.

“Yang sudah kena hujan pun masih ada asap mengepul dari dalam lapisan gambutnya,” ujar Wandayantolis.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla di OKI perlu terus ditingkatkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.

Wandayantolis merekomendasikan agar pelaksanaan OMC difokuskan ke Kabupaten OKI. Hujan dengan durasi lebih panjang dan intensitas tinggi diharapkan dapat membantu membasahi lapisan gambut sehingga sumber api yang masih tersisa dapat dipadamkan.

“Ancaman kabut asap masih tinggi. Karena itu kami merekomendasikan fokus OMC ke OKI,” katanya.

Pemadaman Perlu Dilanjutkan Meski Hujan Telah Turun

Karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan karhutla. Air hujan yang membasahi permukaan tanah tidak selalu mampu menjangkau lapisan gambut yang terbakar di bawahnya.

Jika bara api masih tersisa, kebakaran berpotensi kembali muncul dan menghasilkan asap. Situasi ini membuat proses pendinginan, pembasahan, dan pemeriksaan ulang menjadi bagian penting setelah hujan turun.

Di tengah masih tingginya potensi kabut asap, upaya pemadaman di OKI perlu terus dilakukan hingga seluruh sumber api benar-benar terkendali.

Pemantauan lapangan dan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan karhutla sekaligus mengurangi ancaman kabut asap bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Share This Article